Membuat Simulasi Jaringan Sederhana Dengan Simulator Cisco Packet Tracer (Bagian 1)

Bismillah, pada postingan kali ini saya akan memberikan sedikit tutorial cara membuat simulasi jaringan sederhana dengan menggunakan Cisco Packet Tracer.

Untuk kamu yang baru pertama kali mendengar software simulator ini, wajib membaca artikel ini sampai habis. Karena dijamin, setelah kamu membaca artikel ini, kamu akan semakin penasaran dan makin merasa dimudahkan dengan adanya software ini.

Bagaimana tidak, untuk belajar jaringan komputer, khususnya bagi yang ingin meraih sertifikasi CCNA Routing and Switching, beberapa di antaranya ada yang sampai mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli atau sewa perangkat jaringan. Namun, dengan kehadiran Cisco Packet Tracer di dunia pendidikan, tentunya jadi lebih mudah dan murah. Karena Cisco Packet Tracer sudah dapat mewakili dan mensimulasikan cara kerja dan fungsi-fungsi yang terdapat pada perangkat jaringan aslinya.

Topologi

Menyiapkan Topologi

Bukalah Cisco Packet Tracer versi terbaru di komputer kamu. Login dengan akun NetAcad, jika belum punya bisa sign up di website NetAcad.


Lihat artikel berikut ini: Cara Membuat Akun NetAcad dan Download Packet Tracer


Buatlah topologi seperti yang dicontohkan pada gambar di atas. Untuk memilih perangkat hub, kamu bisa klik icon Network Devices di pojok kiri bawah jendela.

Kemudian klik icon Hubs, lalu drag and drop ke lembar topologi.

Ubah nama hub dengan cara klik sekali pada bagian nama (Hub0).

Lalu ketik H1 sebagai nama baru perangkat.

Klik sembarang di bagian lembar topologi, nama perangkat telah berubah.

Berikutnya masukkan perangkat switch ke dalam topologi dengan cara yang sama seperti memasukkan hub sebelumnya.

Lalu ubah namanya menjadi S1 sesuai dengan gambar topologi.

Langkah selanjutnya, masukkan perangkat router platform 1941 ke lembar topologi.

Ubah nama router menjadi R1.

Lalu masukkan empat unit PC ke dalam lembar topologi. Caranya, klik icon End Devices.

Kemudian klik icon PC, lalu drag and drop ke lembar topologi.

Urutkan seperti di bawah ini.

Membuat Koneksi Antar Perangkat

Klik ikon Connections.

Pilih dan klik icon Copper Straight-Through.

Klik pada PC0 dan pilih FastEthernet0.

Arahkan ujung kabel lainnya ke FastEthernet0 hub H1.

Pastikan PC0 dan H1 sudah terhubung seperti di bawah ini.

Ulangi langkah sebelumnya untuk menghubungkan PC1 ke FastEthernet1 H1, PC2 ke FastEthernet0/1 S1 dan PC3 ke FastEthernet0/2 S1. Lalu hubungkan juga FastEthernet2 H1 ke GigabitEthernet0/0 R1 dan FastEthernet0/3 S1 ke GigabitEthernet0/1 R1. Sehingga menjadi seperti di bawah ini.

Konfigurasi IP Address Pada PC

Klik PC0, klik tab Desktop, lalu klik IP Configuration.

Ikuti konfigurasi di bawah ini.

Tutup jendela IP Configuration dan lakukan hal yang sama pada PC lainnya. Dengan ketentuan sebagai berikut:

DeviceIP AddressSubnet MaskDefault Gateway
PC0192.168.1.11255.255.255.0192.168.1.1
PC1192.168.1.12255.255.255.0192.168.1.1
PC2192.168.2.11255.255.255.0192.168.2.1
PC3192.168.2.12255.255.255.0192.168.2.1

Menguji End-to-End Connection Antar PC

Langkah selanjutnya yang akan dilakukan adalah menguji koneksi antar PC. Dimulai dari uji koneksi PC0 ke PC1. Caranya klik PC0, klik tab Desktop, lalu klik Command Prompt.

Masukkan perintah ping 192.168.1.12 lalu tekan tombol ENTER.

Berikutnya, uji koneksi dari PC2 ke PC3.

Terakhir silahkan uji koneksi antara PC yang berbeda jaringan, misal antara PC1 dengan PC2. Apakah ping berhasil? Mari dicoba 🙂

Ya, hasilnya sudah pasti Request timeout, karena kedua PC berada di jaringan yang berbeda. Sedangkan router sebagai penghubung antar jaringan belum dikonfigurasi sebagai gateway dari setiap network.

Gimana guys? Cukup mudah ya tutorialnya? Untuk konfigurasi di router akan saya bahas di Bagian 2. Plus dengan konfigurasi IP management di switch S1.

Oiya, jangan lupa Save as file Packet Tracer ini, agar bisa melanjutkan konfigurasi di Bagian 2 nanti.

Semoga bermanfaat!

2024 © Jauhari Inovasi Digital — Kota Bekasi